Menutup masa perkuliahan tahun ini, kami merasa perlu berhenti sejenak—bukan untuk menguji apa yang telah dihafal, melainkan untuk merenungkan apa yang telah dipahami dan dihidupi. Sejak awal, kelas Business Ethics, CSR & Sustainability kami rancang dengan sebuah pilihan sadar yang mungkin terdengar tidak lazim, bahkan kontroversial: tanpa ujian tertulis. Bagi kami, etika dan keberlanjutan bukanlah soal menjawab pertanyaan dengan benar, tetapi soal mengambil keputusan dengan bertanggung jawab. Sebagai gantinya, kami mempercayakan proses belajar pada tugas personal dan projek kelompok. Karya-karya itulah yang menjadi cermin pemahaman mahasiswa. Lebih jauh lagi, kami menyerahkan penilaiannya kepada para praktisi—orang-orang yang setiap hari bergulat dengan dilema nyata di dunia bisnis. Dalam skema ini, sesungguhnya bukan hanya mahasiswa yang dinilai. Kami, para dosen, ikut dipertaruhkan. Ketika karya mahasiswa diapresiasi, itu adalah pantulan dari proses pembelajaran yang berjalan. K...
- Get link
- X
- Other Apps