Pada awal aktivitas lembaga, yang biasanya tercetus tanpa rencana matang, semua kegiatan dibiayai secara swadaya. Dengan dana awal seadanya, pengetahuan yang juga ala kadarnya, aktivitas filantropi dimulai. Satu dua aktivitas mulai dilakukan, minim pendanaan. Dasarnya hanya kerelawanan, dengan keinginan kuat untuk membantu mereka yang membutuhkan. Nyaris belum terpikirkan untuk memutar organisasi secara terstruktur. Jangankan profesional, para aktivis pendahulu itu seringkali tidak terlalu memikirkan upah bagi tenaga dan pikiran yang mereka curahkan. Bahkan ongkos wira-wiri bisa jadi didapat dari mengorek kocek sendiri. Aspek legalitas mungkin saja luput dari perhatian. Kepercayaan publik semakin meningkat, lalu lembaga ini mulai menata barisan. Jumlah personil bertambah seiring perkembangan. Pembagian tugas pun sudah mulai dijalankan. Aliran dana mulai masuk lebih teratur, dan ini ...
- Get link
- X
- Other Apps