Posts

Sekali Lagi Soal Keteraturan

Saya tidak pernah membayangkan akan duduk di kelas Otto Scharmer di MIT Sloan, Boston. Lelaki yang bukunya saya baca berulang kali, yang pemikirannya sedikit meresap ke dalam cara saya memimpin, cara saya mengajar, bahkan cara saya melihat diri sendiri yang — jujur saja — tidak selalu menyenangkan untuk dilihat. Dan kini saya dalam perjalanan menuju kelasnya, melewati Jepang. Sesungguhnya saya lebih suka transit di Abu Dhabi, Dubai atau Qatar, tapi situasi Timur Tengah yang belum aman membuat saya lebih memilih jalur yang lebih bersahabat. Transit di Jepang bukan sekadar jeda perjalanan. Ia menjadi cermin. Dan cermin, seperti yang kita tahu, hanya menyajikan gambar apa adanya. Tidak bisa diajak berkompromi. Tahun 1945, dua kota di Jepang — Hiroshima dan Nagasaki — musnah dalam hitungan detik. Ratusan ribu jiwa melayang. Tidak ada yang lebih brutal dari bom atom sebagai cara mengakhiri perang. Peradaban mereka tidak sekadar kalah. Mereka hangus, hancur lebur. Tahun yang sama, Indonesia ...

Keteraturan

Kapitalisme Masa Kini, Dari Milton Friedman Hingga Gordon Gekko

Wakafkan Saja Semua, Termasuk Akal Sehat

Peredam Kejut di Jalan Kehidupan

Di Depan Altar Kematian

Kapitalisme Sudah Menang. Lalu Kenapa Dunia Masih Timpang?

Refleksi Maulid

Tabungan Kebaikan dan Para Pemerhati Absen