Sekarang ini, ada satu kalimat yang kariernya melesat lebih cepat dari lulusan bootcamp tiga minggu: “kuliah itu scam.” Kalimat ini pendek, tegas, dan terasa pintar—terutama bila diucapkan sambil menyeruput kopi mahal yang baristanya justru lulusan sekolah pariwisata. Entah sejak kapan, kuliah diposisikan seperti penjual jam tangan di lampu merah: tampak meyakinkan dari jauh, tapi begitu didekati, mesinnya mati. Padahal, kalau mau jujur sedikit—dan kejujuran memang sering kurang laku—lebih banyak orang berhasil justru karena sekolah. Anehnya, tokoh-tokoh yang paling rajin dipinjam untuk menghantam kampus, seperti Bob Sadino dan Susi Pudjiastuti, tidak pernah terlihat mengampanyekan pembubaran sekolah. Mereka hanya tidak betah duduk terlalu lama di kelas, bukan tidak percaya pada pentingnya belajar. Ketika saya pamit oom Bob saat akan kuliah lagi di Royal Melbourne Institute of Technology (RMIT), sama sekali tidak ada penolakan. ‘Berangkat Jay. Setelah selesai, balik ...
- Get link
- X
- Other Apps