Posts

Mazhab Itu Penting, Kecuali Kalau Kamu Punya Rudal

Di negeri ini, mazhab adalah perkara hidup dan mati—setidaknya sampai pihak yang berbeda punya senjata dan musuh bersama. Selama mereka hanya warga sipil yang salatnya beda gerakan, wiridnya beda bacaan, atau ceramahnya beda kitab, maka nasibmu seperti lalat di depan kipas angin: hidup segan, mati dirajam. Mau bikin pengajian saja harus kucing-kucingan dengan aparat dan ormas. Salah sedikit, langsung masuk label sesat, kafir, atau minimal “perlu dibina.” Tapi lalu datanglah sebuah momen: sebuah negeri kecil diakuisisi, dan negeri-negeri Sunni yang jumlahnya tak kalah banyak dari populasi semut di musim hujan cuma bisa bilang, “Kami sedang mengusahakan jalur diplomatik.” Diplomatik ke mana? Ke grup WhatsApp? Lalu muncullah Syiah—yang kemarin kita usir, kita beri stempel sesat, kita bakar tempat ibadahnya—tiba-tiba muncul melempar rudal ke negeri penjajah. Bukan ayat, bukan kutipan ceramah, tapi rudal. Dan dalam sekejap, semua berubah. Yang tadinya menyebut mereka “musuh dalam selimut” s...

Tugas Pro Bono dan Tabungan yang Tak Kasat Mata

Knowledge-based Organization

Nikah Siri

Perjalanan Menuju Kepemimpinan yang Utuh

Ironi Penghargaan

Refleksi Pembelajaran