Posts

Bukan Pintu Utama

Catatan perjalanan dari Cambridge Kata seorang kawan, mas Jalal — partner in crime yang sudah malang melintang di tanah Amerika lebih lama dari saya — “Bang Jay, kalau mau ke Harvard, jangan masuk dari pintu utama.” Saya mengernyit. “Kenapa?” “Nanti kelihatan turisnya.” Saya tidak tahu apakah itu nasihat akademis atau nasihat gengsi. Tapi saya ikut saja. Sebab di negeri orang, pengalaman seseorang yang sudah pernah tersesat di sana jauh lebih berharga dari peta mana pun. Belakangan saya tahu, ada hal lain di balik petuahnya. Maka saya masuk dari pintu samping. Sever Gate, di seberang pintu samping Museum. Pintu yang mungkin tidak ada fotonya di brosur. Pintu yang tidak ada influencer berpose di depannya dengan caption “Harvard-bound!” Dan justru dari situlah Harvard terasa berbeda. Tidak ada kerumunan yang memaksa. Tidak ada dentuman keagungan yang sengaja dipanggungkan. Hanya jalan setapak bata merah yang sudah ratusan tahun menopang langkah orang-orang yang tidak tahu — atau belum ...

Melawan Arus di Charles River

Kamus Kecil Seorang Presiden: Dari "Rakyat" Sampai "Ndasmu"

Zakat sebagai Benteng: Ketika Filantropi Islam Menjawab Tantangan Zaman