Posts

Selamat Jalan, Sang ‘Pemulung Kata’

In memoriam: Iqbal Setyarso 18 Agustus 2026 — Depok Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun. Kabar itu datang seperti halaman yang tiba-tiba dibalik paksa: Mas Iqbal Setyarso telah berpulang. Bagi banyak orang di jagat filantropi Islam Indonesia, namanya melekat pada satu identitas yang jarang dimiliki satu orang sekaligus — wartawan, penulis, pencatat sejarah kecil dari gerakan-gerakan besar kebaikan. Bagi saya, ia adalah lebih dari itu: kawan yang pernah menaruh kepercayaan penuh pada tulisan saya, sampai-sampai memesannya dua kali sekaligus dalam satu edisi. Sependek pengetahuan saya, mas Iqbal memulai jejak jurnalistiknya di Panji Masyarakat sejak akhir 1990-an, dan dari sanalah ia menempa laku menulis yang kelak menjadi caranya mengabdi. Ia berpindah dari newsroom ke ruang-ruang kemanusiaan — mungkin Republika, Dompet Dhuafa dan bertahun-tahun mengisi posisi penting di Aksi Cepat Tanggap (ACT), lalu meneruskan pengabdiannya di Indonesia Care sebagai penasihat dan pembina. Tap...

Undangan yang Menyepelekan

Kepada Yang Terhormat, yang Terlalu Sering Bersabda

Belajar Lagi di Usia Setengah Abad: Ketika Allah Masih Menganggap Kita Layak Jadi Mahasiswa