Guru bisnis saya, almarhum pak Bambang Mustari, - lebih akrab dipanggil Oom Bob Sadino, pernah menyampaikan sebuah gagasan yang sederhana, tetapi makin terasa dalamnya seiring bertambahnya usia dan pengalaman saya. Menurut Oom Bob, idealnya sekolah atau kampus dan lapangan bergerak seperti bandul yang dialektik. Ilmu pengetahuan yang telah distrukturkan di ruang-ruang akademik diayunkan ke lapangan untuk diterapkan dan diuji. Perkembangan baru yang lahir dari lapangan kemudian diayunkan kembali ke kampus untuk dirumuskan, ditimbang, dan disempurnakan. Ayunan itu tidak boleh berhenti, sebab di dalam gerakan itu, pengetahuan menemukan kehidupannya. Imaji bandul itu menarik karena ia menolak dua kesalahan sekaligus. Kesalahan pertama adalah mengira bahwa kampus sudah cukup. Ada orang yang berhenti pada teori, mengoleksi gelar dan istilah, tetapi tak pernah membiarkan gagasannya diuji oleh kerasnya kenyataan. Kesalahan kedua adalah mengira bahwa lapangan sudah cukup. Ada pula ...
- Get link
- X
- Other Apps