Di dunia ini, ada empat jenis manusia: orang bodoh, orang pintar, orang licik, dan orang yang beruntung. Setiap jenis tidak selamanya bertahan dari awal hingga akhir. Masing-masing bisa berpindah, jadi lebih baik atau lebih buruk. Awalnya tentu, kita semua ingin jadi orang pintar, karena mereka bisa mengungguli orang bodoh. Tapi apalah daya, otak kadang cuma cukup buat ingat password Wi-Fi. Kata orang bijak, orang pintar masih bisa dikelabui oleh orang licik. Maka sebagian orang tergoda, dan berbelok jadi orang licik. Ini gampang. Cukup hilangkan empati, tambahkan senyum palsu, dan rajin-rajin main golf dengan pejabat. Dalam waktu singkat, licik pun jadi profesi yang menjanjikan, dengan bonus bebas antre dan salam tempel. Semua serba 86. Tapi — nah ini dia, sodara-sodara — ternyata tiga jenis manusia yang sudah disebutkan di atas bisa dikalahkan oleh orang beruntung. Keberuntungan memang tidak punya KTP, tidak bisa dilacak Google Maps, dan tak bisa dipanggil pakai mantra “follow for fo...
- Get link
- X
- Other Apps