Ada masa ketika sebuah organisasi masih lugu. Ia duduk manis di bangku kuliah manajemen dan berkenalan dengan empat huruf yang terdengar seperti kode sandi: POAC. Planning, Organizing, Actuating, Controlling. Ia mencatatnya rapi, menghafalnya tekun, bahkan mungkin mengutip nama Henri Fayol dengan penuh percaya diri di lembar ujian. Nilainya baik. Masa depannya cerah. Lalu organisasi itu tumbuh. Ia mulai menyelenggarakan seminar, diskusi, rapat koordinasi, forum nasional, bahkan forum internasional yang spanduknya lebih panjang dari substansinya. Jam terbangnya meningkat. Pengalamannya melimpah. Dan seperti banyak manusia yang mulai merasa matang, ia pun merasa sudah tidak memerlukan pelajaran dasar lagi. Planning perlahan berubah menjadi keyakinan optimistis bahwa segala sesuatu “nanti juga bisa diatur”. Acara ditetapkan dengan penuh semangat, tanggal dipilih dengan keberanian, pembicara disebut dengan kebanggaan. Hanya satu yang tidak sempat dipikirkan secara serius: waktunya. Maka un...
- Get link
- X
- Other Apps