sebuah catatan perjalanan bulan Juni yang tidak sepenuhnya direncanakan Belum lama saya menginjakkan kaki di tanah Massachusetts di penghujung musim semi — musim yang oleh penduduk lokal disebut “summer” meski kalender astronomi belum tentu sepakat. Langit cerah, angin sepoi, suhu sekitar dua puluh derajat Celsius. Seorang warga asli berpapasan dengan saya di trotoar, menatap langit sebentar, lalu berkata dengan ekspresi seorang nabi yang baru menerima wahyu: “Wicked gorgeous day.” Saya mengangguk. Belakangan saya tahu, ini adalah pujian tertinggi yang tersedia dalam kosakata meteorologi Massachusetts. Dua puluh derajat di bulan Juni adalah berkah yang tidak boleh disia-siakan — sebab penduduk di sini masih menyimpan trauma kolektif dari tujuh bulan sebelumnya yang sebagian besarnya berwarna abu-abu dan berbau mantel tebal. Namun keindahan Juni itu segera terusik begitu saya mencoba menyeberang jalan. Seorang pengemudi melaju dari arah kanan dengan kecepatan yang seolah ia baru ingat a...
- Get link
- X
- Other Apps