Di sebuah negeri yang gemar merayakan segala sesuatu dengan utang, lahirlah sebuah inovasi keuangan yang diklaim sebagai solusi bagi rakyat kecil: pinjaman online. Sejak awal kemunculannya, ia dielu-elukan sebagai pahlawan bagi mereka yang terjepit di antara tanggal gajian dan kebutuhan hidup. Dengan satu-dua ketukan jari, uang bisa langsung mengalir ke rekening tanpa perlu repot-repot berhadapan dengan birokrasi. Tak perlu jaminan, tak perlu tatap muka, bahkan tak perlu benar-benar paham konsekuensi dari jumlah bunga yang melambung lebih tinggi dari cita-cita mereka yang meminjam. Orang-orang pun tergoda. Awalnya hanya sekadar ingin menambal kekurangan, lalu terjerat ‘gali lubang tutup lubang’ yang semakin dalam. Pinjaman online bukan lagi jalan keluar dari kesulitan, melainkan pintu masuk ke dalam lingkaran setan utang yang tiada berujung. Mereka yang terjerat tak sekadar kehilangan uang, tetapi juga harga diri. Jika di masa lalu utang adalah urusan personal yang dibicarakan dengan b...
- Get link
- X
- Other Apps